Selasa, 12 Desember 2023

Pentingnya Sumber Agama Yang Otentik

Nama           : Rifka Wahyu Agustina
NIM             : 2301025233
Kelas/Prodi  : 1F / PGSD

Pentingnya Sumber Agama Islam Yang Otentik



     Islam sebagai agama yang berlaku ubadi dan berlaku untuk seluruh umat manusia mempunyai sumber yang lengkap pulu. Sumber ajaran Islam adalah Al-Qur'an dan Sunnah yung sangat lengkap. Pertanyaan yang akan timbul adalah mengapa jihad dijadikan sebagai sumber hukum atau sumber ajaran Islam, padahal Al-Qur'an dan Sunnah telah cukup lengkap.
     Seperti diketahui bahwa Al-Qur'an adalah merupakan sumber ajaran yang bersifat pedoman pokok dan global, sedangkan penjelasannya banyak diterangkan dan dilengkapi oleh Sunnah. Tapi, sesuai dengan perkembangan zaman, banyak masalah-masalah baru yang ndak terdapat dalam Al-Qur'an dan Sunnah. Dalam persoalanpersoalan baru itu sudah barang tentu juwahannya bagaimana dan sejauhmana Islam secara tegas menetapkan dan memecahkannya. Dengan demikian ijtihad sangat dibutuhkan sebagai salah satu metode dalam menerangkan sesuatu persoalan yang tidak udu atau secara jelas tidak terdapat dalam Al-Qur'an dan Sunnah.


Al-Quran Sebagai Sumber Ajaran Agama Islam

Secara etimologi, ada beberapa pendapat tentang asal-usul kata al-Quran. Namun, secara garis besar bisa dikelompokkan menjadi tiga:

(1) Kata al-Qur'an adalah isim 'alam (nama) yang digunakan untuk menyebut kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. la tak ubahnya seperti Taurat dan Injil yang digunakan untuk menyebut kitab yang diberikan kepada Musa dan Isa. Menurut pendapat ini, al-Qur'an bukan turunan (musytaqq) dari kata apapun, melainkan isim murtajal, yakni kata yang terbentuk seperti itu sejak semula. Pendapat ini dikemukaan antara lain oleh Al-Syafi'i (150-204 H/767-820 M)

(2) Kata Al-Qur'an berasal dari qarana yang berarti "menghimpun atau menggabung". Hal ini sesuai dengan sifat al-Qur'an yang menghimpun huruf, ayat, dan surat. Pendapat ini dikemukakan oleh Abu al-Hasan al-Asy'ary (260- 324 H/767-820 M). Pendapat yang hampir sama dikemukakan oleh al-Farra (w. 207 H/823 M) yang mengatakan al-Qur'an berasal dari kata qara'in (jamak qarinah). Secara morfologis, kata qara'in juga berasal dari qarana. Qara'in berarti pasangan, bukti, atau sesuatu yang menjelaskan. Dinamakan demikian karena ayat-ayat al-Qur'an bersifat saling berhubungan dan saling menjelaskan satu dengan lainnya.

(3) Kata Al-Qur'an adalah bentuk masdar dari qara'a yang berarti "membaca". Qur'an merupakan masdar yang juga bermakna maful, sehingga artinya "bacaan". Bentuk ini sama dengan ghufran (ampunan) yang merupakan masdar dari ghafara (mengampuni), atau rujhan yang merupakan masdar dari rajaha. Pendapat ini disampaikan oleh Al-Lihyany (w. 215 H/831 M) dan Al- Zajjaj (w. 311 H/928 M). Hanya saja, Al-Zajjaj memilih "mengumpulkan" sebagai makna qara'a. Meskipun begitu, antara "membaca" dan "mengum- pulkan" sesungguhnya memiliki kaitan makna, karena membaca hakikatnya adalah mengumpulkan huruf dan kata dalam ucapan, sehingga antara keduanya bisa berarti sama. Pendapat ini juga didasarkan pada ayat al-Qur'an yang berbunyi: Sesungguhnya tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Maka, apabila Kami selesai membacakannya, ikutilah bacaannya itu, (al-Qiyamah: 17-18)

Dari tiga pendapat tersebut, tampak bahwa pendapat al-Lihyany lebih mendekati kebenaran.

4 Fungsi Al-Quran untuk Manusia dan Umat Islam

1. Sebagai "Al Huda" (Petunjuk)
Alquran bisa dijadikan sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa dan juga beriman. Tidak hanya itu, namun Alquran juga bisa dijadikan sebagai petunjuk bagi manusia yang hidup di dunia.

2. Sebagai "Al Furqon" (Pemisah)
Alquran berperan juga sebagai pemisah antara mana yang haq dan mana yang batil. Artinya, Alquran bisa dijadikan sebagai pembeda antara mana yang benar dan mana yang salah, Dalam Alquran dijelaskan mana yang buruk yang tidak boleh dilakukan dan mana hal yang baik dan boleh dilakukan.

3. Sebagai "Asy Syifa" (Obat)
Alquran bisa dijadikan sebagai obat untuk penyakit mental dan juga penyakit hati. Dalam hal ini, isi dari dalam Alquran seperti halnya petunjuk di dalamnya sebaiknya diamalkan agar bisa memberikan pencerahan bagi mereka yang menjalankannya.

4. Sebagai "Al Mau'izah" (Nasehat)
Alquran juga berperan sebagal nasehat yang di dalamnya terdapat nasihat, pengajaran, peringatan mengenai kehidupan untuk orang-orang yang beriman dan berjalan di jalan Allah. Adapun nasehat yang
terdapat di dalam Alquran bisanya memiliki kaitan dengan peristiwa yang bisa dijadikan sebagai pelajaran untuk manusia yang hidup setelahnya


Peran Al-Quran Bagi Petunjuk Hidup Umat Manusia

     Alquran merupakan dasar hukum bagi umat islam sekaligus sumber syariat yang memiliki manfaat di dalamnya. Nabi Muhammad sebagai rasul yang dipercaya untuk menerima Alquran memiliki tugas dalam menyampaikan, menafsirkan, dan juga mengamalkan Alquran.
     Peran Alquran sebagai petunjuk bagi umat manusia cukup beragam karena tidak hanya berperan sebagai pedoman untuk hidup, namun juga berisi dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat di dalamnya.

1. Peran Alquran untuk Kehidupan Manusia
Hingga sekarang, Alquran masih terjaga keasliannya dan dibukukan ke dalam bahasa Arab. Meski demikian, Alquran juga sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan, Alquran memiliki peran yang cukup beragam bagi kehidupan manusia, seperti yang berikut ini:
  • Menjelaskan masalah yang terjadi pada umat sebelumnya
  • Penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya
  • Memantapkan iman Islam
  • Tuntutan dalam menjalankan kehidupan
2. Peran Alquran Sebagai Sumber Ilmu
Berperan juga sebagai sumber ilmu seperti yang berikut ini::
  •  Ilmu hukum
  • Ilmu sejarah Islam
  • Ilmu tentang pendidikan agama Islam
  • Ilmu Tauhid
  • Ilmu Hukum

As-Sunnah / Al-Hadits Sebagai Sumber Ajaran Agama Islam

Definisi dan Makna Hadis
Hadis adalah catatan atau laporan tertulis atau lisan mengenai tindakan, perkataan, dan persetujuan Nabi Muhammad SAW. Hadis berfungsi sebagai sumber hukum kedua dalam Islam setelah Al-Quran. Hadis terdiri dari dua bagian utama: matan (isi) dan sanad (rantai perawatan). Matan adalah konten sebenarnya dari hadis, sedangkan sanad adalah rantai perawatan yang menyatakan siapa yang menerima hadis tersebut dari generasi ke generasi

Definisi dan Makna Sunnah
Sunnah, dalam konteks islam, mengacu pada tindakan, perkataan, dan persetujuan Nabi Muhammad SAW yang menjadi contoh atau tutunan bagi umat Islam. Sunnah tidak selalu berkaitan dengan laporan tertulis atau lisan; ini mencakup semua aspek kehidupan Nabi sebagai pedoman bagi umat Islam. Sunnah dapat ditemukan dalam hadis, namun juga dalam praktik dan tindakan Nabi yang diwariskan melalui tradisi lisan dan perbuatan sehari-hari

Perbedaan Utama Antara Hadis dan Sunnah

1. Bentuk: Hadis adalah laporan tertulis atau lisan tentang tindakan, perkataan, dan persetujuan Nabi Muhammad. Sunnah mencakup seluruh tindakan dan amalan Nabi, tidak hanya yang tertulis dalam hadis.

2. Status Hukum: Hadis adalah sumber hukum kedua dalam Islam setelah Al-Quran dan digunakan dalam perumusan hukum Islam (figh). Sunnah adalah pedoman umum bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari, termasuk tindakan dan etika.

 3. Format: Hadis memiliki format tertentu dengan matan dan sanad yang dicatat. Sunnah tidak memiliki format khusus dan mencakup semua tindakan Nabi yang dapat diikuti oleh umat Islam.

4. Bukti: Hadis memiliki bukti konkret dalam bentuk laporan tertulis atau lisan yang ditransmisikan melalui sanad yang dapat divalidasi. Sunnah dapat ditemukan dalam hadis dan juga dalam tradisi lisan yang diwariskan secara turun temurun

Macam - Macam Sunnah

Sunnah qauliyah diartikan sebagai seluruh perkataan Nabi Muhammad SAW yang didengar oleh sahabat dan diteruskan oleh para tabi'in. Dalam referensi lain, yaitu menurut buku 165 Kebiasaan Nabi SAW oleh Abduh Zulfidar Akaha, sunnah ini menjadi yang banyak ditemui dalam kitab-kitab hadis. Seperti misalnya sabda beliau,

Artinya: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka janganlah ia menyakiti tetangganya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaknya dia memuliakan tamunya. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaknya dia berbicara yang baik-baik atau diam." (Muttafaq Alaih dari Abu Hurairah).

contoh: 
  • Hadis tentang penentuan puasa Ramadhan.
  • Hadis tentang membaca Al-Fatihah saat salat.

Sunnah Fi'liyah  diartikan sebagai segala sesuatu yang mencakup perbuatan yang dilakukan Nabi SAW, baik dalam hal ibadah atau juga muamalah, atau baik hanya sekali dua kali dilakukan, atau sering dilakukan.

contoh: 
  • Tata cara salat, puasa, haji, sedekah, dan ibadah lainnya.
  • Hadis mencuci tangan sebelum makan.


Sunnah Taqririyah adalah suatu perbuatan yang dilakukan oleh para sahabat, dimana Nabi SAW mengetahuinya, namun beliau hanya diam saja. Beliau tidak melarangnya atau menyuruhnya. Beliau juga tidak pernah mendiamkan sesuatu, kecuali sesuatu yang benar. 

contoh: 
  • Diamnya Nabi Muhammad SAW terhadap suatu peristiwa yang dilakukan para sahabat, tanpa mengajarkan atau menyuruhnya.
  • Hadis tentang tayamum, di mana Nabi mengetahui perbuatan para sahabat namun tidak menentangnya.






Perkembangan Periode Sekolah Dasar

https://pin.it/bPJzXGZfh Anak-anak merupakan generasi yang akan mempunyai kehidupan yang sejahtera bagi bangsa. Anak pada kelompok usia ini ...