D. Perkembangan Kognitif
https://pin.it/2mT0WCGkq
Menurut teori Jean Piaget, anak berada pada tahap awal. Ide dibalik pekerjaan di bidang ini didasarkan pada pemahaman dunia. Pada fase berpikir sebelum operasi, anak masih fokus, sehingga ia dapat memecahkan masalah dari satu sudut pandang. Anak-anak memahami konsep berhitung dan mulai terlibat dalam imajinasi dan permainan. Mereka percaya bahwa pikiran sangat kuat dan melalui pikiran magis dan delusi anak-anak dapat menciptakan ruang di dunia nyata.
Anak-anak kecil memuaskan rasa ingin tahu mereka tentang perbedaan di dunia sekitar merekamelalui imajinasi dan pemikiran magis. Anak sekolah mempunyai banyak teman khayalan. Teman sebaya ini adalah cara kreatif bagi anak kecil untuk mencontohkan berbagai aktivitas dan perilaku serta melatih keterampilan komunikasi. Terlepas dari aspirasi ini, anak sekolah dapat dengan mudah beralih antara fantasi dan kenyataan sepanjang hari. Anak pada tahap berpikir dapat menghitung 10 benda atau lebih, menyebutkan 4 warna dengan benar, lebih memahami konsep waktu, dan memahami apa yang digunakan sehari-hari, seperti alat, uang, makanan yang ia kenal dengan baik. Ini memperkuat perolehan keterampilan bahasa awal di tahun-tahun prasekolah.
Memperluas kosakata memungkinkan anak mengembangkan pemikiran yang lebih simbolis. Anak-anak pada usia ini belum sepenuhnya memahami konsep kematian dan keabadiannya. Anda juga bisa menanyakan kapan kakek dan nenek Anda yang telah meninggal akan kembali.Lingkungan prasekolah berperan penting dalam mendukung perkembangan kognitif anak. Mengatur sumber daya dan lingkungan, merencanakan pengalaman belajar, memberikan peluang bila diperlukan, dan memanfaatkan peluang yang dapat digunakan untuk belajar.
Orang dewasa dapat membantu anak-anak mengembangkan keterampilan untuk memahami dunia tempat mereka tinggal dan bersemangat dalam proses pembelajaran.Penting bagi pendidik anak usia dini untuk memilih aktivitas yang tepat untuk membantu anak kecil mencapai potensi maksimal mereka. Bukti menunjukkan bahwa tahun-tahun prasekolah penting dalam membangun landasan pembelajaran sepanjang tahun-tahun sekolah. Ketika tahun-tahun prasekolah membangun fondasinya, anak-anak mulai bermain. Anak-anak mulai membangun pengetahuan baru seiring mereka memperluas pengalaman mereka tentang dunia di sekitar mereka. Anak-anak prasekolah ingin belajar, dan tahun inicara terbaik untuk belajar adalah melalui bermain.
E. Perkembangan Moral dan Spiritual
https://pin.it/7aKtevg9j
Anak-anak prasekolah memahami konsep benar dan salah dan mengembangkan indra mereka. Suara hati yang memperingatkan atau mengancam berkembang selama masa sekolah. Kohlberg mengidentifikasi tahap ini (antara usia 2 dan 7 tahun) sebagai tahap awal, yang ditandai dengan disiplin dan objektifikasi (Kohlberg, 1984). Prasekolah adalah program resmi (untuk orang dewasa). Aturan moral anak-anak adalah orang tua mereka atau orang dewasa lain yang menginspirasi mereka, bukan mereka sendiri.
Anak-anak sekolah mematuhi standar-standar ini untuk mendapatkan penghargaan atau menghindari hukuman. Karena anak-anak prasekolah dihadapkan pada tantangan psikologis berupa tujuan dan rasa bersalah, wajar jika mereka merasa bersalah ketika terjadi kesalahan. Anak mempunyai keyakinan yang kuat bahwa jika seseorang meninggal, itu karena kesalahannya, dan kematian adalah hukumannya (Ford, 2007).Seiring bertumbuhnya anak-anak, mereka belajar mengelola situasi kemarahannya.
Terkadang cara yang dipilih anak untuk menghadapi emosi tersebut bisa jadi tidak tepat, seperti berkelahi atau menggigit. Anak-anak prasekolah seringkali bersifat imajinatif (Brazelton & Sparrow, 2008). Anak-anak prasekolah menggunakan pengalaman mereka yang terbatas untuk membantu mereka memahami dan mengatasi masalah. Mereka harus mempelajari batas-batas perilaku yang dapat diterima secara sosial dan konsekuensi dari rasa hormat. Ketika anak-anak prasekolah mulai membantu keluarga mereka, mereka mulai memahami konsep hubungan memberi dan menerima (Ford, 2007).
Imajinasi anak-anak adalah bahwa segala sesuatu mungkin terjadi, sehingga mereka tidak memiliki pandangan logis terhadap segala sesuatu (seperti orang dewasa). Anak kecil memiliki pengalaman yang terbatas, sehingga mereka dapat mengekspresikan emosinya kepada orang atau tempat baru. Mereka dapat menggunakan prediksi ini untuk membantu Anda memahami apa yang terjadi pada Anda.
Keyakinan agama dalam keluarga dapat mempengaruhi kebiasaan makan anak, cara mengajar yang digunakan orang tua bahkan cara pandang orang tua terhadap anaknya. Perawat harus terbiasa dengan doa keluarga atau kegiatan keagamaan, yang mungkin dilakukan ketika anak sakit atau di rumah sakit (Ford, 2007). Anak Anda akan mengembangkan moral atau prinsip yang mempengaruhi perilakunya terhadap orang lain dan rasa keadilannya. Keyakinan inti Anda, kepribadian Anda, dan pengalaman hidup Anda hanyalah beberapa hal yang memengaruhi moral Anda.
Referensi:
Mansur, A. R., & Andalas, U. (2019). Tumbuh kembang anak usia prasekolah. Andalas University Pres, 1(1).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar