Sabtu, 20 Juli 2024

Kemampuan Literasi Siswa Sekolah Dasar

    Kemampuan literasi (literacy skills) menjadi kemampuan yang penting yang harus dikuasai oleh peserta didik secara aplikatif di era disrupsi sebagai keterampilan utama untuk menghadapi puncak gelombang tarnsformasi digital di abad 21. Siswa dituntut untuk menguasai 16 keterampilan agar mampu menjaga eksistensinya di dalam konsep kehidupan abad ke-21 dan dijelaskan bahwa salah satu keterampilan yang dimaksud adalah keterampilan literasi dasar yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, kompetensi yang terdiri dari teknik menyelesaikan masalah dari berbagai tantangan yang kompleks, dan konsep bagaimana menghadapi perubahan yang mutlak terus terjadi. 

    Beberapa tipe dan karakter literasi yang diprioritaskan dalam upaya pengembangan keterampilan multiliterasi siswa sehingga hal itu dapat mempengaruhi teraktualisasinya nilai-nilai karakter dapat terwujud yaitu literasi sains, numerasi, baca dan tulis, finansial, digital, serta budaya dan kewargaan. Melalui pembelajaran multiliterasi yang dipadukan dengan kompetensi yang harus dimiliki pada abad-21 yaitu kompetensi kreativitas, kompetensi komunikasi, kompetensi berpikir kritis, dan kompetensi kolaborasi serta lima nilai karakter dalam penguatan pendidikan karakter yang telah dijelaskan sebelumnya dapat menjadi bekal peserta didik dalam menghadapi abad-21.

    Mengacu pada pandangan mendasar di atas, sehingga (Al-bidayah, n.d.) mempertegas bahwa
kemampuan literasi merupakan kemampuan yang harus dikusai oleh siswa sebagai modal untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan yang senantiasa berkembang di abad 21. (Abidin, 2016) juga yang mengkultuskan kesetujuannya dengan bangunan teori di atas bahwa kemampuan literasi menjadi kemampuan paling penting yang harus dimiliki oleh setiap individu untuk terus mengikuti perkembangan pengetahun di abad ini. Berdasarkan sudut pandangan di atas dimana dijelaskan dengan tegas bahwa kemampuan literasi menjadi kemampuan yang urgensitasnya sangat tinggi untuk dikuasai oleh peserta didik untuk menghadapi konsekuensi perkembangan teknologi informasi yang mendorong munculnya banyak perubahan.

    Literasi merupakan kemampuan yang mengarah pada kegiatan mengakses informasi melalui kegiatan membaca, menulis, menelaah, megobservasi, dan memaknai informasi secara kritis, idealis, dialektis, dan otokratis dimana teknoligi dapat dijadikan sebagai salah satu untuk meningkatkan efektifitas kegiatan berliterasi. Untuk itu, intervensi pendidikan, baik formal maupun non formal harus dijadikan sebagai prioritas untuk meningkatkan kompetensi literasi siswa sejak sekolah dasar karena hal ini akan dapat menunjang kualitas pendidika itu sendiri dan kemajuan suatu bangsa. 

    Hasil riset PIRLS (Progress in International Reading Literacy Study) denganmelakukan evaluasi terhadap kemampuan membaca siswa kelas IV, menunjukkan bahwa dalam kategori membaca, Indonesia menempati urutan ke - 45 dari 48 negara yang diriset. Artinya kemampuan membaca peserta didik di Indonesia masih rendah. Manfaat kemampuan literasi dasar bagi siswa sekolah dasar antara lain adalah antara lain, (1) untuk meningkatkan pengetahuan kosa kata siswa; (2) agar otak mampu bekerja secara optimal; (3) menambah wawasn siswa; (4) mempertajam diri dalam menangkap satu informasi dari sebuah bacaan; (5) mengembangkan kemampuan verbal; (6) melatih kemampuan berfikir dan menganalisa siswa; serta (7) melatih fokus dan konsentrasi siswa.


Referensi:

Harahap, D. G. S., Nasution, F., Nst, E. S., & Sormin, S. A. (2022). Analisis kemampuan literasi siswa sekolah dasar. Jurnal Basicedu6(2), 2089-2098.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perkembangan Periode Sekolah Dasar

https://pin.it/bPJzXGZfh Anak-anak merupakan generasi yang akan mempunyai kehidupan yang sejahtera bagi bangsa. Anak pada kelompok usia ini ...