Kota Tua Jakarta. Sebuah peninggalan sejarah yang sarat akan konten seni, budaya, cerita, romantisme dan tragedi yang terjadi, serta bagaimana asal mula kota Jakarta terbentuk. Teramat sangat disayangkan jika melihat keadaannya sekarang. Jakarta sebagai ibukota Indonesia memiliki wisata budaya yang berada di Kota Tua.
Kota Tua terletak di sebelah Utara Kota Jakarta saat ini. Kota tua Jakarta dikenal sebagai Batavia Lama (Oud Batavia). Kota Tua dijuluki “Permata Asia” dan Ratu dari Timur “pada abad ke -16 oleh pelayar Eropa. Karena Jakarta Kota Tua dianggap sebagai pusat perdagangan untuk benua Asia karena lokasinya strategis dan melimpah sumberdaya. Wilayah ini sesuai peraturan Gubernur N0. 34 tentang Penguasan Perencanaan Dalam Rangka Penataan Kota Tua seluas + 846 Ha diubah menjadi Peraturan Gubernur N0. 36 tahun 2014 tentang Rencana Induk Kawasan Tua Jakarta, dengan luas wilayah sebelumya + 846 Ha menjadi + 355 Has.
Visi Kota Tua Menjadikan Kota Tua Jakarta sebagai kawasan Sejarah, Budaya dan Tujuan Wisata
Misi Kota Tua Mengelola , menata, mengkonservasi, mengembangkan, memonitor, mengendalikan dan mempublikasikan serta memanfaatkan kawasan Kota Tua Jakarta.
Beberapa museum dan gedung-gedung tua yang berada di Kota Tua dan dijadikan sebagai tempat mempublikasi sejarah, budaya dan wisata yang merupakan daya tarik bagi wisatawan berkunjung sebagai berikut :
1. Museum Sejarah Jakarta (Museum Batavia)/ Stanhuisplein ) Bagunan inidahulunya adalah gedung balaikota Batavia.yang dibangun pada tahun 1701 – 1710. Pada tahun 1874, bangunan ini diresmikan menjadi Musem Fatahillah.
2. Taman Fatahillah, alun-alun yang terletak di tengah Kota Batavia memiliki luas 7.645 m2 merupakan pusat kota Batavia.
3. Museum Seni Rupa dan Keramik /Fine Art and Ceramics Museum. Bangunan ini di bangun tahun 1870. Dahulu bangunan ini diperuntukkan sebagai Kantor Dewa kehakiman pada benteng Batavia. Pada tahun 1973 diresmikan sebagai Balai Seni Rupa Jakarta.
4. Museum Wayang (puppet Museum) Dibangun pertmana kali pada tahun 1640 ,dahulu adalah sebuah gereja. Tahun 1808 hancurakibat gempa bumi dan dibanghun kembali pada tahun 1975.
5. Museum Bahari (Marine Museum) Museum ini dahuklu adalah sebagai gudang tempat rempah-rempah VOC. Dan pada tahun 1977 dijadikan sebagai museum Bahari, menyimpan koleksi yang berhubungan dengan kebaharian dari sabang sampe merauke.
6. Museum Bank Indonesia Bangunan ini dahulu adalah sebuah rumah sakit, kemudian dijadikan museum Bank Indonesia.
7. Kantor Pos Jakarta Kota Bangunan ini dibangun pada 1928, sejak dulu sudah dirancang sebagi kantor pos. Saat ini digunakan sebagai Kantor Pos Indonesia
8. Toko Merah. Dibangun pada 1730 Awalnya sebagi tempat tinggal Gubernur Jenderal Barron (1705- 1750). Saat ini digaunakan sebagai kantor eksport import Dharmaniaga.
9. Jl Pintu besar Utara terdapat banyak komunitas Seni beraktifitas dikawasan Kota Tua
10. Pelabuhan Sunda Kelapa. Dibangun oada tahun 1527.Saat ini masih digunakan sebagai pelabuhan tempat kapal2 di seluruh Nusantara berlabuh.
Referensi
Setiawan, B. (2010). Preservasi, Konservasi dan Renovasi Kawasan Kota Tua Jakarta. Humaniora, 1(2), 699-704.
Trisnawati, N., & Idaman, N. (2019). Motivasi pengunjung mengunjungi museum di kawasan kota tua Jakarta. Ikraith-Ekonomika, 2(1), 125-136.

.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar